Satu Suara di Pemilu Ternyata Sangat Berarti
|
Dalam pemilu/pemilihan, setiap suara adalah wujud kedaulatan rakyat. Semua warga punya hak pilih yang setara. Suara setiap warga adalah dasar legitimasi hukum yang memperkuat demokrasi.
Seperti tetesan air yang menciptakan riak besar. Satu suara adalah cerminan aspirasi rakyat, yang jika bersatu, dapat membentuk gelombang demokrasi kuat.
Banyak hasil pemilihan ditentukan oleh selisih kecil. Misalnya pada Pemilihan Wali Kota Palembang Tahun 2013, awalnya Pasangan Sarimuda-Nelly unggul 8 suara atas Romi-Harnojoyo. Kemudian pasca-PHP (Perselisihan Hasil Pemilihan), Mahkamah Konstitusi menetapkan Romi-Harnojoyo unggul 23 suara atas Sarimuda-Nelly.
Tidak hanya itu, pada Pemilihan Bupati Bangka Barat Tahun 2015, pasangan calon Parhan Ali-Markus menjadi Bupati terpilih setelah mengalahkan paslon lain dengan selisih 250 suara.
Satu suara pada pemilu/pemilihan menujukan hak pilih sebagai warga negara, tanggung jawab untuk masa depan, dan simbol implementasi demokrasi Indonesia.
Setiap suara adalah langkah menuju ketercapaian tujuan bernegara. Keterpilihan kandidat, menentukan nasib daerahmu.
Lantas, bagaimana menjadi pemilih cerdas? Pertama, cari tahu visi-misi kandidat. Kemudian pahami isu penting di daerah, dan terakhir gunakan hak pilih dengan bijak.
Mari jadi pemilih cerdas dan jangan lupa ikut awasi pemilu dan laporkan dugaan pelanggaran ke Bawaslu.
Sumber: Konten Edukasi Bawaslu RI